Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Jangan Sampai Niat Mengakui Dosa Dikalahkan Dengan Niat Untuk Terus Menikmati Dosa

1 7

Fratres Seminari Tinggi St. Mikhael kembali mengadakan ibadat tobat dan pengakuan dosa pada hari Kamis, 25/03/2021, pukul 17.00 WITA, bertempat di Kapela STSM. Ibadat ini dipimpin oleh Fr. Gregorius Naikofi dan Fr. Agustinus Lede Buta dan diikuti oleh seluruh Fratres STSM. Berhubung dengan adanya wabah virus corona yang belum mereda, kegiatan ibadat tobat dan pengakuan dosa kali ini berbeda dengan yang biasanya. Kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan batin, ibadat tobat dan di tutup dengan absolusi umum.

Dalam kata pengantar awal, Fr. Gregorius Naikofi mengatakan bahwa di tengah kegalauan kita oleh karena pandemi Covid 19, Tuhan masih setia dan terus menawarkan kepada kita sukacita, kegembiraan dan harapan, untuk memulihkan hati dan jiwa kita yang berletih lesuh dan berbeban berat, dengan “Vaksin” pengampunan dalam penerimaan sakramen tobat di sore hari ini. Tobat adalah tawaran Tuhan yang paling mesrah bagi kita, jiwa-jiwa yang suka menepis cahaya terang Tuhan dan memilih nyaman dalam gelap, yang dipenuhi aurah-aurah jahat nan pengap. Untuk Menyongsong perayaan paskah, maka marilah kita siapkan batin kita, dan biarkan Tuhan meramu jantung iman kita, menjadi jantung yang bercahaya dan berguna dengan vaksin pengampunan.

Lebih lanjut, dalam kotbah yang dibawakan Fr Gusty, ia mengatakan bahwa, Iman Maria dalam bacaan Injil hari ini, Merupakan salah satu sikap yang wajib kita miliki  sebagai bentuk tanggapan atas kasih Kerahiman Allah tersebut. Iman Maria ini harus juga menjadi semangat awal kita dalam konteks pertobatan. Seringkali keraguan dalam diri untuk diampuni membuat kita terus-terusan nayaman dalam kenikmatan dosa. Kita merasa sama saja, mengakui dosa tapi nanti buat lagi, dan lebih parahnya lagi niat mengakui dosa ini dikalahkan dengan niat untuk terus menikmati dosa yang sama tersebut. Di akhir kotbahnya Fr. Gusty mengajak agar sebagai seorang beriman kita juga meneladani apa yang dilakukan Maria, menerima Yesus dalam hidup kita dan tetap memelihara hidup kita sebagai bagian rencana keselamatan Allah.  Kegiatan ini ditutup dengan absolusi umum yang diberikan oleh Romo Ande Kabelen. Pr

Show Comments (1)