Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

“KITA PASTI MASUK SURGA”

0 9

Para Pembina Komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael (STSM) bersama beberapa Pastor Paroki sekitaran Kota Kupang dan para Imam alumni Seminari Tinggi St. Mikhael yang turut hadir, merayakan Misa Arwah bagi Alm. RD. Arnoldus Bria, salah satu Pembina dan Dosen Hukum Gereja yang siang tadi telah  dipanggil oleh Tuhan dalam usia 72 tahun 4 bulan, di Kapela STSM, Selasa, (31/8/2021) pukul 19.00 WITA.

Dalam pengantarnya, Praeses Seminari Tinggi St. Mikhael, RD. Herman Punda Panda, sebagai Selebran Utama dalam Misa Arwah ini, mengajak Keluarga dari RD. Arnold, juga para Imam, Frater, Suster dan dan umat sekalian agar tetap mendoakan RD. Arnoldus Bria. “Doa-doa kita meringankan langkah Romo Arnold menuju Kebahagiaan Kekal”, jelasnya.

Keluarga dari Alm. RD. Arnoldus Bria

Seturut pesan dalam Bacaan dari Injil Yohanes pada Misa ini tentang Rumah Bapa, RD. Herman mengatakan bahwa setiap rumah pasti menghadirkan ketenangan dan keteduhan. Begitu juga dengan Rumah Bapa, yang dijanjikan oleh Yesus bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya, dan tentu setiap orang beriman rindu Rumah Bapa. “ Pernah Romo Arnold berkata kepada saya waktu kami santap siang bersama, bahwa kita pasti masuk Surga, karena kita telah percaya kepada-nya, dan karena kita adalah Imam”, kata RD. Herman dalam homilinya.

RD. Herman Punda Panda memberkati jenazah

Sebelum menutup Perayaan Ekaristi, dilakukan pemberkatan jenasah Alm. RD. Arnoldus Bria, dan setelah berkat penutup, diberikan kesempatan kepada beberapa umat yang hadir untuk melayat jenazah RD. Arnold. Para Frater telah dibagi ke dalam unit masing-masing, untuk berdoa secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah disampaikan. Menurut informasi yang didapat, Misa Pemakaman akan terjadi pada hari Rabu, (01/9/2021) pukul 14.00 WITA di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael, yang dipimpin oleh YM. Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang. Jenasah Alm. RD. Arnoldus Bria akan dimakamkan di Pekuburan Imam Projo Keuskupan Agung Kupang setelah Misa Pemakaman.

 

 

Leave a comment