Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Komunikasi dari Hati

0 18

Hari Minggu Paskah VII

Hari Komunikasi Sedunia

Bacaan        I : Kis. 1:15-17,20a,20c-26

Bacaan      II : 1Yoh.4:11-16

Bacaan Injil :  Yoh. 17:11b-19

Komunikasi merupakan sarana paling populer dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia. Melalui komunikasi relasi antar manusia yang satu dengan yang lain dapat terjalin. Di era post truth ini, komunikasi dikenal dan digunakan luas dengan berbagai versi dan dinamika. Jika sebelumnya manusia mengenal komunikasi manual dari mulut ke mulut, atau karena jarak yang jauh terjadi komunikasi melalui surat, era ini menampilkan komunikasi yang sangat mudah dengan melalui media online. Jika sebelumnya orang harus bertemu muka agar terbangun sebuah komunikasi, saat ini media online paling digemari dan paling sering digunakan dan sudah cukup untuk mempertemukan dua orang atau lebih yang saling menyayangi.

Hari ini, Gereja Katolik semesta merayakan hari Minggu Paskah VII yang juga bersamaan dengan hari komunikasi sedunia. Bacaan-bacaan suci hari ini memperdengarkan satu tema penting yaitu diutus menjadi duta kasih. Bacaan pertama dari kisah para Rasul menampilkan tentang pemilihan Matias menggantikan Yudas Iskariot menjadi Rasul. Satu hal yang menarik dari kisah ini adalah manusia dapat memilih namun kehendak Tuhan adalah utama dalam menentukan yang terbaik bagiNya. Disinilah hal yang paling penting untuk kita sadari adalah mempercayakan setiap apa yang kita hendaki pada kehendak Allah. Komunikasi terbaik untuk senantiasa melibatkan Tuhan adalah doa. Doa merupakan sarana paling mutakhir untuk mengungkapkan apa yang ada dalam hati setiap kita.

Selanjutnya pada bacaan kedua, komunikasi dari hati itu dijabarkan lebih detail dimana kita baru dapat mengkomunikasikan isi hati kita kepada Tuhan lewat pengamalan hukum kasih. Tuhan begitu dekat dengan kita jika kita mau hidup dalam kasih yang dikaruniakan olehNya. Untuk mencintai pencipta secara sungguh, hukum kasih itu pertama-tama harus menyata lewat tindakan mengasihi sesama.

Selanjutnya dalam bacaan Injil, Yesus mewariskan bagi kita pengikutNya melalui untaian doa kepada Allah bagi dunia dan manusia. Makna komunikasi dari hati itu dijabarkan lebih mendalam. Persoalan mengasihi adalah bagaimana kita bisa masuk ke level personal. Kita harus berani keluar dari zona individual kita dan mengkomunikasikan kasih Allah itu dalam relasi dengan sesama. Yesus berdoa bagi kita menunjukkan sebuah esensi dari kasih itu yaitu harus sampai pada tingkat membawa sesama dalam doa-doa kita. Paus Fransiskus sendiri memberi pandangan bagaimana kita menyikapi pesan Injil hari ini. Makna komunikasi yang sesungguhnya adalah seperti Yesus, kita tidak hanya bisa berkomunikasi dengan kata-kata tetapi dengan mata, dengan nada suara dan dengan gerakan. Sebelum Yesus berkomunikasi dengan Bapa dalam doa, Yesus terlebih dahulu telah mewartakan kabar baik, menyapa orang kecil, menyembuhkan dan menjamah manusia dengan kasih.

Maka dari sini kita dapat belajar bahwa bersamaan dengan perayaan hari komunikasi sedunia hari ini, kita diajak mengkomunikasikan kabar kebaikan Tuhan tidak hanya melalui kata-kata yang kita lontarkan tetapi yang terpenting adalah kita perlu melihat, bersuara mewakili kaum papa sederhana, dan mau lewat aksi mau keluar dari zona nyaman diri kita dan datang menemui saudara/i kita yang membutuhkan uluran tangan kita.
Semoga… Amin.

Leave a comment