Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

KONFERENSI BULANAN

0 7

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ณ๐˜‚๐—ถ,MN-para Frater Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, mengikuti kegiatan Konferensi Bulan November 2023 yang di pimpin oleh Romo Prefek Keuskupan Agung Kupang, Romo Sipri Senda. Kegiatan ini terjadi di Kapela Seminari Tinggi pada pukul 18.00. Dalam kesempatan konferensi kali ini, Romo Sipri membagikan suatu teknik pengelolaan diri yang baik secara khusus bagi Calon Imam berkaitan dengan dua bentuk energi yang ada dalam diri manusia.

Kegiatan konferensi ini dibuka dengan doa Angelus dan pengantar singkat mengenai hakekat energi yang ada secara utuh dan alami di muka bumi dan juga di dalam diri manusia. Pada bagian pengantar ini juga, Romo Sipri memberikan penjelasan mengenai definisi energi dari beberapa sudut pandang ilmu. Dan kemudian secara lebih khusus menjelaskan tentangย  energi yang berada dalam diri manusia yakni energi positif dan energi negatif. Dua macam energi inilah yang menjadi daya penggerak bagi manusia untuk melakukan sesuatu yang baik atau juga yang buruk. Disini Romo memaparkan juga hal-hal apa saja yang termasuk dalam energi positif dan energi negatif.

Dalam hubungan dengan kehidupan calon imam, Romo Sipri memberikan penekanan pada upaya dari setiap Frater untuk selalu memupuk dan mengembangkan energi positif itu lewat empat aspek yang menjadi prioritas pembinaan calon Imam yakni Kepribadian, kerohanian, intelektual dan pastoral. Upaya pengembangan energi positif ini hanya akan terjadi secara baik apabila setiap orang mampu mengenal diri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada dan kemudian berupaya untuk meredam energi negatif yang sering kali muncul.

Energi positif dan energi negatif itu tampak secara nyata dalam sikap dan perilaku hidup setiap hari. Oleh karena itu, Romo juga memberikan satu penekanan mengenai corak hidup calon imam yang harus sungguh-sungguh tampil apa adanya. Hidup yang baik adalah hidup yang digerakan oleh energi positif dan yang tidak untuk tujuan pencitraan dan upaya untuk meloloskan diri dari penilaian-penilaian pembina.

Dalam bagian penutup kegiatan ini, Romo berpesan kepada para Frater untuk tidak menyerah kalah pada daya kekuatan negatif tetapi selalu berupaya untuk memupuk diri dengan berjuang meredam energi negatif dalam diri dan selalu berjuang untuk mengembangkan hidup lewat energi positif.

Leave a comment