Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Mengasihi sampai sehabis-habisnya

0 4

Komuniitas Seminari  Tinggi St. Mikhael membuka Tri Hari Suci dengan merayakan perayaan Ekaristi Kamis Putih pada Kamis, 01/04/2021, pukul 19.30 WITA, bertempat di kapela Seminari Tinggi St. Mikhael. Perayaan ini, dipimpin oleh RD Yoseph Nahak dan dihadiri oleh para frater, suster, umat dan diiringi oleh koor sponsor dari fratres tingkat III yang bernyanyi dengan baik. Seperti pada perayaan Minggu Palma, perayaan Ekaristi Kamis Putih pun berlangsung secara sederhana dan mengikuti prokes yang telah ditetapkan pemerintah. Upacara pembasuhan kaki para rasul pada perayaan Kamis Putih kali ini juga ditiadakan.

Perarakan Sakramen Maha Kudus
Perarakan keliling Kapela

 

 

 

 

 

 

 

Dalam khotbahnya, RD Yoseph Nahak mengatakan bahwa Iman kita mengajarkan bahwa Allah adalah cinta. Allah begitu mencintai manusia. Bukti terbesar cinta Allah kepada manusia adalah perutusan Putra-Nya Yesus Kristus ke dunia untuk menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa. Allah Bapa mencintai manusia lewat cinta yang ditunjukkan Yesus Kristus kepada umat manusia. Penginjil Yohanes lewat bacaan yang kita dengar tadi memperlihatkan kepada kita bagaimana cara Yesus menunjukkan cinta-Nya kepada murid-murid-Nya. Yesus membasuh kaki mereka. Dalam tradisi Yahudi, membasuh kaki adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang hamba. Dengan membasuh kaki murid-murid-Nya, Yesus merendahkan diri-Nya menjadi hamba.

Dengan ini Yesus mau mengajari murid-murid-Nya untuk saling melayani. Ini adalah bukti nyata kasih yang sejati telah Kristus tunjukkan kepada umat manusia melalui pembasuhan kaki para murid-Nya. Kasih–Nya membawa sukacita bagi siapa saja yang mau menerima-Nya. Ia telah menjadi teladan dalam memberikan kasih kepada kita, maka kita pun hendaknya merealisasikan kasih yang kita terima kepada semua orang. Kasih yang diwartakan Kristus adalah kasih yang tak terbatas kepada siapapun. Namun, peristiwa malam ini juga menjadi  malam terakhir keberadaan Kristus bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Ia akan diambil dari tengah-tengah mereka untuk menggenapi tugas-Nya dalam dunia ini yang berakhir di kayu salib. Itulah kasih terbesar yang Yesus tunjukkan kepada manusia, yakni dengan memberikan diri-Nya untuk keselamatan umat manusia.

Perayaan ini di akhiri dengan perarakan Sakramen Maha Kudus mengelilingi kapela dan dilanjutkan dengan adorasi secara bergiliran, mulai dari umat, para suster, setelah itu dilanjutkan oleh para frater mulain dari Fratres Unit C sampai Unit Hebron. Adorasi berakhir pukul 23. 45 WITA.

Leave a comment