Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Tantangan Formasi Diri Yang Otentik

0 3

Penfui, MN-Setelah menikmati liburan selama kurang lebih 2 bulan, segenap Civitas Akademika Fakultas Filsafat UNWIRA memulai lagi proses perkuliahan di tahun ajaran yang baru. Seluruh rangkaian proses perkuliahan ini dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. Perayaan Ekaristi ini berlangsung pada hari Selasa, 23 Agustus 2022 bertempat di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang. Turut hadir dalam Perayaan Ekaristi ini seluruh dosen Fakultas Filsafat UNWIRA.

Dalam homilinya, Mgr. Domi mengatakan bahwa sebagai dosen dan mahasiswa, kita semua perlu untuk menemukan diri yang seutuhnya. “Sebagai dosen dan mahasiswa, kita harus mampu untuk membentuk diri kita menjadi pribadi yang otentik. Cara untuk menemukan diri yang otentik adalah mengambil bagian di dalam Tuhan. Dengan mengambil bagian dalam Tuhan, kita berjuang untuk selalu bersimpuh di hadapan-Nya demi menemukan kebenaran sejati yang terdapat jauh di dalam diri kita. Kita berjuang untuk mengambil bagian yang terbaik demi kehidupan ini”, ungkap Bapak Uskup yang pernah menjadi Dekan Fakultas Filsafat UNWIRA ini.

Setelah merayakan Ekaristi, seluruh Civitas Akademika Fakultas Filsafat UNWIRA mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. Dalam kuliah ini para dosen dan mahasiswa mendengarkan materi tentang Merdeka Belajar dan Panggilan Membangun Penalaran Integratif-Transformatif. Dalam kuliah ini, Bapak Uskup mengajak para dosen dan mahasiswa untuk terus belajar karena dengan belajar, kita akan menjadi semakin luhur dalam martabat kita sebagai manusia.

Seluruh rangkaian kegiatan hari ini ditutup dengan doa bersama dan berkat oleh Bapak Uskup. Semoga mahasiswa-mahasiswi Fakultas Filsafat UNWIRA dapat belajar menjadi pribadi yang otentik serta memiliki nalar yang integratif dan transformatif.

Leave a comment