Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Firman Tuhan adalah Sumber Kebenaran

0 23

Rabu Pekan Prapaskah V

Bacaan I  : Daniel 3 : 14-28

Bacaan II : Yohanes 8 : 31-4

Kicauan burung di pagi hari mengingatkan sang surya untuk bersinar lagi dan tetesan embun yang membasahi alam di pagi hari, sejenak menghantar setiap insan akan suatu keheningan yang sejuk dan damai. Melihat situasi alam yang penuh persahabatan di pagi hari sejenak mengajak semua ciptaan Tuhan untuk membangun kehidupan dalam kasih persahabatan baik dengan diri sendiri, dengan sesama, dan Tuhan sang pemilik kehidupan. Kehidupan yang dibagun atas dasar persahabatan yang kuat akan membuat setiap orang bertidak secara sadar dan tepat. Tindakan-tindakan yang dibuat akan penuh pertimbangan yang matang sehingga setiap keputusan yang diamabil tidak membawah dampak yang buruk terhadap sesama atau tidak menjagi beban bagi orang lain. Sahabat adalah dia yang mau berbagi dalam hidup, dia yang mau untuk saling mendengar, dan dia yang hadir sabagai penyemangat dalam menunjang kesuksesan orang lain.

Dalam bacaan pertama Daniel menggambarkan tentang ketiga tokoh yang dipaksa oleh raja Nebukadnezar untuk menyembah patung yang dibuat olehnya. Ketiga tokoh ini ada dalam satu ikatan persahabatan yang kuat. Terlihat dari sikap dan tindakan yang mereka ambil menunjukan bahwa persahabatan mereka bukanlah persahabatan yang tidak beralaskan apa-apa. Tetapi di sini persahabatan mereka diikat dalam satu kesatuan iman yang kokoh dan utuh dengan mengarahkan persahabatan mereka pada  Allah sang pemilik kehidupan. Mereka menjawab raja Nebukadnezar dengan satu jawaban yang sama “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang meyala-nyala itu, dan dari tanganmu ya raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewamu dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” Sepenggal kalimat di atas menggambarkan bahwa bagaimana mereka membina persahabatan mereka berjalan menuju Dia yang adalah Allah pemilik kehidupan.

Persahabatan yang dibina atas dasar iman akan Allah membuat orang semakin mantap dalam melakoni hidupnya. Kisah ketiga tokoh yakni Sadrakh, Mesakh, dan Abednego nyata bahwa Allah sungguh menyertai mereka sehingga pembuktian iman mereka pada Allah membuat mereka tidak takut harus dibuang ke dalam api. Api yang begitu panas tidak dapat menghanguskan mereka karena Allah sungguh ada dan menyertai mereka. Nebukadnezar sungguh tercengang pada mereka karena mereka kembali dengan utuh. Di sini jelas bahwa api pun tidak dapat menghalau kuasa Allah. Jelas bahwa persahabatan yang di bagun atas dasar iman atau keterbukaan hati pada kehendak Allah membuat mereka berdiri sebagai pemenang dalam setiap putusan yang dibuat. Pemenang adalah dia yang mau berkata jujur dalam hidup sebagai implementasi iman yang dihayati.

Selanjutnya dalam bacaan injil Yesus dengan tegas Yesus menyatakan bahwa hanya dengan firman-Nya orang akan sampai pada kebenaran yang mutlak. Kebenaran yang diwartakan Yesus ini adalah kebenran yang datang dari Allah Bapa dan setiap orang yang mendengarkan-Nya akan memperoleh kemenangan sebagai buah dari firman Yesus. Hanya dengan firman-nya orang akan sampai pada kehidupan yang damai, tenang, dan sejahtera. Untuk membangun suatu kehidupan yang damai dan benar, Yesus mengajak kita untuk mendengarkan firman yang diwartakan oleh-Nya. Orang-orang Yahudi adalah mereka yang sering menantang ajaran yang diwartakan Yesus sehingga dapat dilihat bahwa mereka belum mampu membedakan antara kehadiran Allah dan rencana Allah bagi manusia. Akibatnya mereka tidak menerima Yesus dan ajaran-Nya, semua tindakan mereka menunjukan bahwa iman yang mereka bangun belum secara utuh diarahkan kepada Allah sehingga tidak heran kalau mereka masih menolak Yesus. Mereka belum mampu melihat Allah yang mereka imani di dalam diri Yesus.

Yesus dengan perkataan-Nya kepada orang-orang Yahudi secara tegas mau menyadarkan kita semua bahwa hidup tanpa iman yang benar akan membawa orang pada kemusnahan. Firman Tuhan adalah seumber kebenaran yang seharusnya menyatu dan menjiwai setiap kita yang percaya kepada-Nya. Jika kita adalah pemenang maka kita juga harus berdiri sebagai sehabat yang mau mendengarkan-Nya, menerima-Nya, dan mau berjaung bersama-Nya dalam menata kehidp kita supaya sungguh terpusat pada kehendak Dia yang adalah pemilik kehidupan ini. Sebagai manusia pengembara yang selalu mau mencari kebenaran kita diajak untuk mendengarkan firman-Nya sebagai sumber kebenaran satu-satunya dan kemenangan akan menjadi milik kita yang terbuka menerima firman-Nya. Sehingga untuk mengenal Dia secara dekat demi memperoleh kebenaran akan sebuah kemenangan sejati hanya ada lewat sikap rajin membaca Kitab Suci, rajin berdoa dan rajin mengikuti perayaan Ekaristi sebagai puncak bagi kita orang Katolik untuk lebih mengenal Yesus dan kehendak-Nya. Amin

 

Leave a comment