Mikhael News — Suasana syukur dan sukacita menyelimuti Komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang menjelang Perayaan Tahbisan Diakonat yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 09.00 WITA, bertempat di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang. Dalam perayaan suci tersebut, sebanyak 30 frater akan menerima Tahbisan Diakonat melalui penumpangan tangan dan doa tahbisan oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR, Uskup Weetebula.
Panitia Tahbisan Diakonat Tahun 2026 telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada para pastor di Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, dan Keuskupan Weetebula, para Pastor Paroki asal para calon diakon termasuk paroki tempat mereka menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP). Dalam surat tersebut, para pastor diminta untuk mengumumkan rencana tahbisan kepada umat pada dua Hari Minggu sebelum pelaksanaan tahbisan, yakni tanggal 17 dan 24 Mei 2026. Dengan demikian, seluruh umat Allah dapat mengambil bagian dalam sukacita Gereja serta turut mendoakan para calon diakon yang tengah mempersiapkan diri untuk menerima tahbisan suci.
Sebagai bentuk keterbukaan Gereja kepada umat, panitia turut membagikan profil singkat para calon diakon yang berisi identitas pribadi, asal keuskupan, paroki, dan tempat pelayanan pastoral mereka saat TOP. Informasi tersebut dikirimkan baik melalui surat maupun media digital agar dapat menjangkau paroki-paroki yang berada di daerah terpencil maupun luar pulau.
Pengumuman kepada umat ini merupakan bagian dari tradisi Gereja yang telah lama dipelihara dalam proses menuju tahbisan suci. Melalui pengumuman tersebut, umat diberi kesempatan untuk mengenal para calon diakon, mendoakan mereka, serta menyampaikan informasi kepada pihak Gereja yang berwenang apabila terdapat halangan kanonik yang diketahui dan dapat memengaruhi kelayakan mereka untuk menerima tahbisan. Dengan demikian, proses tahbisan berlangsung dalam semangat keterbukaan, tanggung jawab, dan persekutuan seluruh Gereja.
Adapun para calon diakon yang akan ditahbiskan terdiri dari:
- 10 frater asal Keuskupan Agung Kupang,
- 15 frater asal Keuskupan Atambua,
- 5 frater asal Keuskupan Weetebula.
| NO | NAMA | ASAL KEUSKUPAN |
| 1 | Fr. Adriyanus Jacobus Ndau | Keuskupan Agung Kupang |
| 2 | Fr. Andreas Rivan Oki | Keuskupan Agung Kupang |
| 3 | Fr. Antonius Suya Kiri | Keuskupan Agung Kupang |
| 4 | Fr. Fransiskus Nolvis | Keuskupan Agung Kupang |
| 5 | Fr. Fransiskus Rivandi Koa | Keuskupan Agung Kupang |
| 6 | Fr. Ignasius Elabale Muda | Keuskupan Agung Kupang |
| 7 | Fr. Marianus Banase | Keuskupan Agung Kupang |
| 8 | Fr. Marianus Naben | Keuskupan Agung Kupang |
| 9 | Fr. Maxmillianus Ane | Keuskupan Agung Kupang |
| 10 | Fr. Yosef Ule Fernandez | Keuskupan Agung Kupang |
| 11 | Fr. Adrianus Asa Tuna | Keuskupan Atambua |
| 12 | Fr. Aloisius Hestronius Dari | Keuskupan Atambua |
| 13 | Fr. Benyamin Leto | Keuskupan Atambua |
| 14 | Fr. Benyamin Robertus Sila | Keuskupan Atambua |
| 15 | Fr. Chrisovorus Tes Leo | Keuskupan Atambua |
| 16 | Fr. Febronius Kik | Keuskupan Atambua |
| 17 | Fr. Fernando Thaal | Keuskupan Atambua |
| 18 | Fr. Remigius Lake | Keuskupan Atambua |
| 19 | Fr. Renaldi Erikson Kik | Keuskupan Atambua |
| 20 | Fr. Vegidius Tikonon | Keuskupan Atambua |
| 21 | Fr. Yanvarius Vernando Lake | Keuskupan Atambua |
| 22 | Fr. Yohanis Halek Manek | Keuskupan Atambua |
| 23 | Fr. Yoseph Martin Bau | Keuskupan Atambua |
| 24 | Fr. Yulianus L. Taipal | Keuskupan Atambua |
| 25 | Fr. Yulianur Gorlianus Sengkon | Keuskupan Atambua |
| 26 | Fr. Daniel Ngongo Ghundu | Keuskupan Weetebula |
| 27 | Fr. Karolus Boromeus Bili | Keuskupan Weetebula |
| 28 | Fr. Mardianus Dita Dawa | Keuskupan Weetebula |
| 29 | Fr. Marianus Wilfridus Sambi | Keuskupan Weetebula |
| 30 | Fr. Vitalis Ferdinendus Ghawa | Keuskupan Weetebula |
Momentum Tahbisan Diakonat ini menjadi langkah penting dalam perjalanan panggilan para frater menuju pelayanan yang lebih mendalam di dalam Gereja. Dengan tema “Dipilih untuk Pekerjaan Belas Kasih,” para calon diakon diharapkan semakin diteguhkan dalam iman, bertumbuh dalam kerendahan hati, serta setia menghadirkan kasih Kristus melalui pelayanan mereka kepada Gereja dan masyarakat.
(Laporan: Frater Angga Sai)