Mikhael_News // 1 September 2025 Seminari Tinggi Santo Mikhael mengawali Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) dengan perayaan Ekaristi di Kapela STSM. Kutipan yang diterangkan dalam Injil Lukas: “Roh Tuhan ada pada-Ku” (Luk 4:18) menjadi peneguhan bagi seluruh umat beriman untuk terus meneguhkan hidup dalam bimbingan Roh Kudus.Dengan penuh syukur dan khidmat, para frater, formator, serta umat yang hadir memulai rangkaian perayaan yang sarat makna.



Perayaan pembukaan diawali dengan perarakan Kitab Suci yang dibawakan oleh frater, melambangkan penghormatan akan Sabda Tuhan sebagai sumber kehidupan iman. Dalam homili, RD. Valens Boy menekankan bahwa Bulan Kitab Suci bukan hanya momen seremonial semata, tetapi undangan untuk membangun kedekatan dengan Sabda Allah. panggilan untuk Hidup dalam kebenaran iman yang sejati harus bersumber dari Roh Kudus dan berbuah dalam tindakan hidup yang konkrit.
“Mari kita membuka Bulan Kitab Suci Nasional dan semoga kita hidup dalam Roh dan kebenaran sejati”, ujar Dosen Kitab Suci di Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang.


Selanjutnya pada malam hari pukul pukul 20.00 WITA bertempat di Kapela STSM, seluruh frater mengikuti sosialisasi Bahan Katekese Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 yang diberikan oleh RD. Sipri Senda. Kegiatan ini menjadi momen awal untuk mempersiapkan umat secara khusus para frater dalam menghayati Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini. Para frater yang menjadi fasilitator dibekali dengan pengantar singkat tentang tema dan teknis terkait pelaksanaan katekese.
Mengusung tema “Allah Sumber Pembaruan Hidup”, BKSN 2025 mengajak umat untuk memperdalam iman dan memperbarui relasi dalam kehidupan sebagai orang beriman. Tema ini berakar pada Kitab Nabi Zakharia dan Kitab Nabi Maleakhi, dengan ayat emas:“Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu” (Za 1:3). Allah yang kita imani adalah Allah yang panjang sabar dan penuh kasih setia. Ia senantiasa dengan tangan terbuka dan dengan penuh kerinduan menanti anak-anak-Nya kembali kepada-Nya.
Ada empat sub tema yang direnungkan yakni: Allah Sumber Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri (Zak. 1:1-6); Allah Sumber Pembaruan Relasi Dengam Sesama (Zak 7:1-14); Allah Sumber Pembaruan dalam Keluarga (Mal 2:10-16); Pembaruan Relasi Dengan Allah Sendiri (Mal. 3:14-18).



Dalam penyampaiannya, RD. Siprianus S. Senda menegaskan bahwa kedua kitab nabi Zakaria dan Maleakhi ini menjadi rujukan dasar untuk menghantar umat pada pembaruan relasi.
“Melalui BKSN 2025, kita diajak untuk melihat kembali relasi kita: bagaimana kita berelasi dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan alam, terutama dengan Allah sendiri. Semua ini mengarah pada pertobatan dan pembaruan hidup,” ungkap RD. Siprianus S. Senda selaku Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh frater untuk tidak hanya memahami tema, tetapi memulainya dari diri sendiri kemudian kepada sesama, dan terutama kepada Tuhan. Semoga pendalaman tema BKSN ini menjadi pedoman bagi para frater untuk mengalami pertobatan dan pembaruan diri dalam perjumpaan iman bersama umat.
Oleh: Tim Mikhael News

