Komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael Menutup Rangkaian Devosi kepada Bunda Maria pada Bulan Rosario melalui Perayaan Ekaristi

Penfui, Mikhael News – Komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang merayakan Misa penutupan Bulan Rosario pada Jumat, 31 Oktober 2025, di pelataran Gua Maria Ratu Para Imam. Perayaan Ekaristi ini menjadi penanda berakhirnya Bulan Rosario yang dijalani dengan penuh doa dan devosi. Suasana khidmat menyelimuti seluruh umat dan para frater yang hadir dalam perayaan tersebut.

Perayaan Misa dimulai pukul 16.30 WITA, dipimpin oleh Romo Anton Kapitan sebagai selebran utama, didampingi tiga imam konselebran: Romo Theodorus Silab, Romo Herman Punda Panda, dan Romo Leo Mali.

Dalam khotbahnya yang bertema “Melampaui Kebiasaan Karena Belas Kasih dan Demi Belas Kasih,” Romo Anton mengajak seluruh umat untuk menimba makna  dari tindakan kasih yang melampaui batas-batas manusiawi. Ia menekankan bahwa belas kasih sejati tidak berhenti pada kebiasaan atau kenyamanan, melainkan berani menembus sekat-sekat yang memisahkan manusia.

Kalau kita menjadi musuh, biasanya kita saling menjaga jarak. Tapi justru dalam jarak itu, kita sering saling menjatuhkan. Namun, Injil hari ini mengajak kita untuk melampaui itu semua demi belas kasih,”  ujar Romo Anton dalam homilinya.

Romo Anton mengaitkan pesan injil dengan kisah orang Farisi yang mengundang Yesus adalah sebuah tindakan yang menunjukkan keberanian untuk melampaui kebiasaan dan membuka ruang bagi kasih yang lebih luas. Ia juga menyinggung Bunda Maria sebagai teladan utama dalam hidup umat beriman.

Ketika malaikat Gabriel menyampaikan kabar sukacita, Maria melampaui kebiasaan dan logika manusia. Ia menerima untuk mengandung dari Roh Kudus  semata karena belas kasih Allah yang hidup di dalam dirinya,” tegasnya.

Dalam pesannya kepada para frater, Romo Anton mengingatkan agar studi filsafat dan teologi tidak menjauhkan mereka dari wajah belas kasih Allah, tetapi justru menumbuhkan kepekaan terhadap sesama.

Jangan sampai kita mengerdilkan belas kasih Allah di tengah upaya kita memahami iman secara intelektual. Belajar dari Maria berarti belajar untuk menghadirkan kasih Allah dalam tindakan nyata,” pesannya.

Kepada seluruh umat yang hadir, Romo Anton juga menegaskan bahwa doa Rosario selama satu bulan penuh bukan sekadar rutinitas rohani, tetapi kesempatan untuk menimba kekuatan kasih Allah yang tiada habisnya.

“Belajar dari Bunda Maria, jangan biarkan doa Rosario berhenti di bibir. Hidupkanlah belas kasih itu dalam tindakan, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan,” ajak Romo Anton.

Laporan: Frater Dandi Baru