Menemukan Diri dalam Panggilan: Fratres Konvikt Keuskupan Weetebula Dalami Tema Kejujuran dalam Konferensi Bersama Rm. Herman

Mikhael_News     Kupang, Jumat (07/03/2025) – Para Frater Konvikt Keuskupan Weetebula, Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui – Kupang, mengikuti konferensi yang dibawakan oleh Rm. Herman Punda Panda. Kegiatan ini berlangsung di Aula YMV dan dimulai tepat pukul 20.00 WITA hingga 21.20 WITA.

Tema konferensi ini adalah Menemukan Diri Dalam Panggilan: Kejujuran Dalam Bina Diri Calon Imam Katolik. Dalam pemaparannya, Rm. Herman menekankan satu kata kunci utama dari pertemuan ini, yaitu KEJUJURAN.

Konferensi ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan bagi para frater sesuai dengan kalenderium Fratres Konvikt Keuskupan Weetebula semester II, periode 2024-2025. Dalam kesempatan ini, Rm. Herman menguraikan pentingnya Kejujuran sebagai aspek integral dalam pembentukan kepribadian para frater. Ia menjelaskan bagaimana kejujuran harus dimaknai dalam proses formasi calon imam, dengan tiga pokok utama:

  1. Kejujuran sebagai fondasi
  2. Keberanian yang membebaskan, dengan rujukan pada Yohanes 8:32
  3. Dialog dengan diri

Selain itu, Prefek para frater Konvikt Keuskupan Weetebula ini juga menyoroti tantangan-tantangan dalam menapaki jalan kejujuran, di antaranya:

  1. Menghadapi bayangan
  2. Ketakutan ditolak
  3. Topeng kekudusan
  4. Konfrontasi dengan kegagalan

Ia juga menyinggung teori Johari Window, yang menggambarkan empat jendela diri manusia, sebagai sarana memahami diri dalam konteks kejujuran.

Sebagai seorang imam yang kini aktif mengajar di Fakultas Filsafat UNWIRA, Rm. Herman memberikan beberapa metode praktis untuk menumbuhkan kejujuran dalam diri para frater, antara lain:

  1. Refleksi harian
  2. Pendampingan rohani
  3. Doa kontemplasi
  4. Hidup berkomunitas

Di akhir konferensi, Rm. Herman menekankan empat upaya pribadi yang harus ditempuh oleh para calon imam dalam proses bina diri, yaitu Inisiatif, Konsistensi, Keterbukaan dan Tanggung jawab.

Sebagai penutup, ia menegaskan pentingnya Sakramen Tobat/Rekonsiliasi dan Ekaristi dalam membangun hidup kejujuran bagi para frater. Konferensi ini menjadi sarana refleksi yang mendalam bagi para frater dalam menapaki panggilan imamat dengan sikap jujur dan tulus.