Diskusi Akademik Bulan November di Seminari Tinggi Santo Mikael Penfui

Penfui, Mikhael News – Suasana akademik di Seminari Tinggi Santo Mikael Kupang kembali hidup pada Sabtu, 8 November 2025, dengan terselenggaranya Diskusi Akademik Kedua untuk semester ganjil tahun ini. Kegiatan yang berlangsung di ruang-ruang kelas Fakultas Filsafat, Kamar makan Fratres, Aula Ibrani dan Aula Maria Vianey ini diikuti oleh para frater dengan penuh semangat dan antusiasme.

Setiap kelas dibagi ke dalam empat kelompok, dengan satu kelompok bertugas sebagai pemateri utama. Adapun setiap kelompok dipimpin oleh frater tingkat tiga atau mahasiswa semester lima yang berperan sebagai ketua kelompok. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para frater untuk menampilkan kemampuan berpikir kritis, berdialog secara akademis, serta mengasah kemampuan berargumentasi dalam semangat kebersamaan.

Diskusi berlangsung hidup dan dinamis, ditandai dengan tanya jawab, tanggapan, dan sanggahan yang membangun dari para peserta. Para frater menunjukkan kesiapan intelektual dan keterbukaan dalam berdialog, yang mencerminkan semangat filosofis khas lingkungan akademik seminari. Secara khusus, di ruang tingkat tiga (semester lima), kelompok Anselmus menjadi pemateri dengan membahas pemikiran Martin Buber dan teori dialogisnya tentang relasi Aku-Engkau (Ich-Du). Dalam pemaparannya, kelompok ini menyoroti tiga aspek negatif dunia modern yang dikritik oleh Buber, yakni individualisme, materialisme, dan dehumanisasi. Menurut Buber, akar persoalan tersebut terletak pada kecenderungan manusia untuk memperlakukan sesamanya sebagai objek yang disebut relasi Aku-Itu (Ich-Es), bukan sebagai sesama subjek yang memiliki martabat dan kedalaman relasional (Aku-Engkau).

Melalui diskusi ini, para peserta diskusi diajak untuk menghidupi sikap saling menghormati dan menghargai martabat sesama dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini menjadi penting karena, sebagaimana ditegaskan dalam pemikiran Buber, keberadaan manusia ditentukan juga oleh relasinya dengan orang lain.

Para frater tingkat lima turut hadir di setiap kelas untuk memberikan pendalaman reflektif dan masukan teknis demi kelancaran kegiatan diskusi akademik ke depannya. Kehadiran mereka membantu memperkaya pemahaman peserta terhadap isi materi sekaligus memperkuat tradisi intelektual di lingkungan akademik para frater. Melalui kegiatan ini, Fakultas Filsafat menegaskan kembali komitmennya untuk membentuk pribadi-pribadi calon imam yang tidak hanya matang secara rohani, tetapi juga tangguh dalam nalar, dialog, dan keterbukaan terhadap sesama manusia.

(Laporan: Frater Marselinus Ama Kii)