Pada Sabtu (07/03/2026) pagi, para frater tingkat V di Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui mengikuti pelatihan pembuatan dan pengelolaan podcast yang dibawakan oleh wartawan Harian Pos Kupang, Novemy Leo, SH. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas tingkat V sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WITA ini menjadi bagian dari upaya membekali para frater dengan kemampuan komunikasi dan pewartaan melalui media digital.
Pelatihan tersebut merupakan inisiatif RD. Leo Mali sebagai kelanjutan dari mata kuliah Kateketik yang sedang dijalani oleh para frater tingkat V. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk mengenal sekaligus mempraktikkan secara langsung proses pembuatan podcast sebagai salah satu sarana pewartaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Diawal kegiatan, para frater diberi waktu sekitar 25 menit untuk membuat video podcast sederhana, baik dalam bentuk monolog maupun dialog. Dalam proses ini mereka belajar menyusun tema pembicaraan, mengembangkan alur gagasan, serta melatih keberanian berbicara di depan kamera. Selain itu, para frater juga mencoba melakukan proses perekaman sederhana sebagai langkah awal memahami teknik dasar produksi podcast.
Setelah sesi praktik selesai, beberapa video podcast hasil karya para frater ditayangkan dan menjadi bahan evaluasi bersama. Para peserta diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan serta masukan terhadap karya teman-teman mereka. Dari proses ini terlihat bahwa para frater telah memiliki kemampuan dasar dalam membuat podcast, meskipun masih perlu terus dilatih karena pengalaman tersebut merupakan hal baru bagi sebagian besar peserta.
Dalam sesi evaluasi, Novemy Leo memberikan sejumlah catatan penting terkait teknik penyampaian pesan, kejelasan suara, alur pembicaraan, serta sikap dan gestur saat berbicara di depan kamera. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kestabilan kamera ketika merekam video agar tampilan gambar lebih nyaman ditonton. Menurutnya, kualitas sebuah podcast tidak hanya ditentukan oleh isi pembicaraan, tetapi juga oleh cara penyampaian yang menarik dan komunikatif.
Setelah itu, Novemy Leo menyampaikan materi tentang pembuatan dan pengelolaan podcast sebagai sarana menyampaikan kabar baik. Ia menjelaskan bahwa podcast merupakan salah satu media yang memiliki potensi besar untuk menjangkau masyarakat luas.
“Podcast adalah konten audio dan audiovisual yang membicarakan topik tertentu untuk memberi manfaat bagi masyarakat melalui proses produksi yang berkualitas dan beretika sehingga dapat mencapai target pendengar yang diinginkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa podcast dapat memberikan berbagai manfaat, seperti membantu membangun personal branding, meningkatkan kesadaran diri, serta menjadi sarana menyalurkan minat dan hobi secara positif. Secara khusus bagi para frater yang adalah calon imam, podcast dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyebarkan kabar baik kepada masyarakat melalui ruang digital.
Ia juga memaparkan beberapa aspek penting dalam proses pembuatan podcast, mulai dari merancang ide atau tema, menentukan target audiens, memilih jenis podcast, hingga mempersiapkan materi dan narasumber yang relevan. Selain itu, kesiapan alat, sarana, dan fasilitas pendukung juga perlu diperhatikan agar proses perekaman dapat berjalan dengan baik.
Tidak hanya proses produksi, pengelolaan dan publikasi podcast juga menjadi hal yang penting. Podcast perlu dipublikasikan secara konsisten agar dapat menjangkau pendengar secara lebih luas. Evaluasi dan perbaikan secara berkala juga diperlukan agar kualitas konten terus berkembang dan mampu menarik perhatian audiens.
Dalam pemaparannya, Novemy Leo juga menyinggung tentang etika bermedia sosial serta berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan siaran podcast. Hal tersebut berlaku baik untuk podcast wawancara (interview podcast), podcast tunggal (solo podcast), maupun podcast dengan beberapa pembawa acara (multi-host podcast). Ia juga menjelaskan beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan podcast, seperti mengabaikan kualitas suara, tidak konsisten mengunggah episode, serta kurang memahami kebutuhan audiens.
Di akhir sesi, ia mengajak para frater untuk terus belajar dan berani memulai dalam membuat podcast. Menurutnya, para pembuat podcast tidak perlu terlalu perfeksionis karena audiens sering kali lebih menghargai konten yang autentik.
“Karena itu, kualitas podcast perlu dijaga dengan komitmen dan konsistensi. Caranya antara lain dengan memilih tema yang relevan, membuat rekaman yang berkualitas dengan suara yang jernih, teliti dalam proses editing, serta mempublikasikannya di media sosial yang tepat. Selain itu, penting juga membangun interaksi dengan audiens, melakukan kolaborasi dengan podcaster lain, serta terus melakukan evaluasi dan perbaikan dengan penuh percaya diri. Podcast terbaik adalah podcast yang mampu menyebarkan kabar baik melalui setiap karya yang dibuat,” jelasnya.
Usai kegiatan, mewakili para frater tingkat V dan komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Frater Atilio menyampaikan ucapan terima kasih kepada Novemy Leo atas materi dan pengalaman yang telah dibagikan.
“Terima kasih kepada Kaka Vemy yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama kami dan memberi pemahaman tentang podcast serta konten media sosial yang baik. Materi ini membantu kami melihat potensi yang ada dalam diri kami dan menjadi bekal bagi kami untuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana pewartaan,” ujar Frater Atilio, Ketua Fratres Keuskupan Atambua.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para frater memanfaatkan media digital, terutama podcast, sebagai sarana pewartaan yang kreatif dan relevan dengan dinamika zaman. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi awal bagi mereka untuk mengasah kemampuan komunikasi publik serta keterampilan bermedia dalam pelayanan mendatang.
Laporan: Frater Angga Sai









