Perayaan Ekaristi Kamis Putih Mengenangkan Perjamuan Malam Terakhir

Penfui, Mikhael NewsKamis (2/4/2026), Perayaan Ekaristi Kamis Putih berlangsung dengan penuh khidmat di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui. Perayaan yang dimulai pukul 18.30 WITA ini mengenangkan Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para murid sekaligus menjadi awal rangkaian Tri Hari Suci.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Yoseph Nahak sebagai selebran utama. Ia didampingi oleh RD. Mikhael Valens Boy dan RD. Luis Monteiro sebagai konselebran. Suasana liturgi berlangsung khusyuk dengan iringan koor yang dibawakan oleh para frater Program Teologi Tingkat V dan Tingkat VI.

Dalam homilinya, Romo Yoseph menjelaskan bahwa Perayaan Kamis Putih merupakan salah satu peringatan terpenting dalam sejarah keselamatan umat Kristiani. Melalui peringatan Perjamuan Malam Terakhir, Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan akan kasih dan pengorbanan-Nya menjelang sengsara dan wafat-Nya. Oleh karena itu, umat diajak untuk semakin memahami dan menghayati Ekaristi sebagai sakramen keselamatan yang menghadirkan Kristus di tengah Gereja.

“Yesus Kristus adalah sakramen Allah Bapa, sedangkan Gereja adalah sakramen Yesus Kristus. Melalui Yesus ditetapkan ketujuh sakramen, salah satunya adalah penetapan Sakramen Ekaristi yang kita kenangkan hari ini,” ujar Romo Yoseph pada akhir homilinya.

Lebih lanjut, Romo Yoseph mengajak umat untuk tidak hanya mengenangkan Perjamuan Malam Terakhir sebagai sebuah peristiwa historis, tetapi juga menghidupi makna Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Kristiani yang mempersatukan umat dengan Kristus serta mendorong setiap orang untuk menghadirkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Usai Perayaan Ekaristi, liturgi dilanjutkan dengan pentakhtaan Sakramen Mahakudus di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui. Seluruh umat diberi kesempatan untuk bersembah sujud dan berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus sebagai ungkapan iman dan penghormatan kepada Kristus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi.

Setelah adorasi umat selesai, para frater melanjutkan doa berjaga secara bergiliran berdasarkan unit tempat tinggal. Dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan, mereka beradorasi hingga pukul 05.00 WITA sebagai ungkapan kesediaan berjaga bersama Kristus di Taman Getsemani menjelang sengsara-Nya. Menjelang pagi, Sakramen Mahakudus kemudian ditempatkan kembali di dalam tabernakel.

Melalui Perayaan Ekaristi Kamis Putih, komunitas Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui diajak untuk semakin menghayati misteri kasih Kristus yang dinyatakan dalam Sakramen Ekaristi. Perayaan ini mengingatkan para calon imam dan seluruh umat bahwa Ekaristi menjadi sumber kekuatan untuk hidup dalam semangat kasih, pelayanan, dan pengorbanan, sebagaimana telah diteladankan Yesus dalam Perjamuan Malam Terakhir.