Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Sejarah Singkat Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui – Kupang

0 0

Seminari Tinggi St. Mikhael didirikan pada tanggal 15 Agustus 1991, pada Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga, oleh Y.M. Gregorius Manteiro, SVD, (+ almarhum 1997) Uskup Agung Kupang, Y.M. Mgr. Anton Pain Ratu, SVD, Uskup Atambua dan Y.M. Mgr. Kherubim Pareira, SVD, Uskup Weetebula.

Lembaga ini didirikan dengan maksud mempersiapkan dan mendidik calon-calon imam yang cakap, matang rohani dan jasmani untuk menjadi pelayan dan gembala umat, yang bekerja di NTT atau di mana saja dibutuhkan.

Para Uskup dan Provinsial SVD se-Nusra sepakat mendirikan Seminari Tinggi di Kupang dengan alasan sebagai berikut:

  1. Daya tampung calon imam di Seminari Tinggi Ritapiret dan Ledalero tidak lagi memadai dalam rentang waktu 10 tahun terakhir waktu itu.
  2. Umat Katolik yang selalu bertambah jumlahnya setiap tahun membutuhkan tenaga imam demi pelayanan dan peningkatan mutu iman mereka.
  3. Pemekaran wilayah gerejani NUSRA menjadi Provinsi Ended an Provinsi Kupang oleh Takhta Suci, dan dibentuk Keuskupan Agung Kupang dengan suffragan Keuskupan Atambua dan Weetebula.
  4. Kupang adalah ibu kota Propinsi NTT dan sejak lama telah ada sebuah Universitas Katolik yakni Universitas Katolik Widya Mandira, maka Seminari Tinggi yang baru dapat menjadi sebuah Fakultas dari Universitas ini yaitu Fakultas filsafat Agama.
  5. Di Seminari Tinggi ini dididik calon-calon imam dari Keuskupan Agung Kupang, Weetebula, Atambua bahkan juga pernah dari Dili, Baucau (Tim-Tim) dan Merauke (Iran Jaya / Papua).

 

Seminari Tinggi St. Mikhael adalah Seminari Tinggi Antar Keuskupan, dan pemiliknya adalah Uskup-Uskup se-Provinsi Kupang (Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula). Penyelenggaraan harian oleh pejabat (Preses Dewan Seminari) yang diangkat oleh Uskup Agung Kupang dan bertanggungjawab kepada pemiliknya. Penjabaran tugas dan wewenang diatur dalam Statuta Seminari tinggi yang disahkan oleh sidang Wali Gereja Provinsi Kupang.

Leave a comment