Gladi menjelang Konser Trans Timor: Frater-Mahasiswa FF UNWIRA Siap Memijak Bumi, Menjunjung Langit

             Kupang, Mikhael News – Frater-Mahasiswa Fakultas Filsafat (FF) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang mengadakan gladi bersih menjelang konser Trans Timor yang akan diselenggarakan di tiga kota, yakni di Kota Kupang pada 18 Oktober 2025, di Kota Kefa pada 24 Oktober 2025 dan di Kota Atambua pada 26 Oktober 2025. Gladi bersih terlaksana pada Rabu, 15 Oktober 2025 dalam dua sesi yang terjadi pagi hari pada pukul 10:00-12:30 WITA dan di sore hari, pada 07:00-10:00 WITA.

Konser yang akan dilaksanakan ini melibatkan para Frater-Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA, unit Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang sebagai kontributor utama konser dan mahasiswi Program Studi Musik UNWIRA sebagai kontributor tambahan. Jumlah keseluruhan anggota konser paduan suara adalah 44 orang yang terdiri atas 17 mahasiswi dari Prodi Musik UNWIRA dan 27 Frater-Mahasiswa FF UNWIRA. Sedangkan jumlah anggota konser ansambel musik berjumlah 19 Frater.

Tema yang diangkat dalam konser ini berbunyi: “Calpestando La Terra Sostenendo Il Cielo” yang dalam bahasa Indonesia berarti, “Memijak Bumi, Menjunjung Langit”. Tema ini menggambarkan makna hidup manusia secara eksistensial, di dunia yang amat terbatas dan secara esensial terarah pada Tuhan. Bumi adalah simbol kerapuhan manusia, sementara langit menggambarkan bahwa manusia sejatinya selalu terarah pada Tuhan. Maka, melalui konser ini, para para anggota konser tidak hanya mau menampilkan kesenian musik dan suara, melainkan juga mengajak setiap pendengar dan penonton agar melangkah lebih jauh lagi yakni, Tuhan.

Secara umum, ada dua jenis mata acara yang dibawa berseling-selingan,: yakni: paduan suara dari Pligrim Voice yang adalah gabungan antara Frater-Mahasiswa FF dan Mahasiswi Prodi Musik UNWIRA dan Ansambel Musik oleh para Frater Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang.

Ada empat sesi yang dibawakan oleh Pilgrim Voice yakni sesi untuk edisi lagu-lagu klasik, edisi lagu Mancanegara, edisi lagu Nasional dan edisi lagu daerah. Empat sesi ini secara gamblang menggambarkan bagaimana kekhasan dan khazanah setiap genre musik yang berkembang pada masanya dan pada daerah tertentu.

RD. Antonius Kapitan, selaku Ketua Panitia penyelenggara konser dalam sebuah kesempatan wawancara langsung mengatakan bahwa:

“Sejauh ini, persiapan sudah baik. Dan hari ini adalah puncak dari semua persiapan kita. Karena itu, kita berharap bahwa, melalui semua persiapan ini semoga kita dapat menuai hasil yang memuaskan”, ungkapnya.

(Laporan: Frater Pedro Babis)