Penfui, Mikhael News-Sabtu, 11 Oktober 2025, Komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael mengadakan kegiatan rekoleksi sebagai upaya untuk membina kehidupan rohani dan spiritual Calon Imam Diosesan. Kegiatan ini diadakan di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael dari pukul 18:00-19:00 WITA dan dipimpin oleh RD. Yasintus Runesi, selaku pembina di komunitas Seminari Tinggi.
Sebagai lembaga pembinaan calon imam, Seminari Tinggi telah menyediakan aneka macam kegiatan rohani untuk membina kerohanian para frater. Dalam hal ini, rekoleksi bulanan adalah salah satu dari kegiatan rohani yang menjadi momen bagi para frater untuk menimba kekuatan kembali.
Rekoleksi (recollectio atau re-collect) berarti, berkumpul kembali atau mengumpulkan kembali. Dapat diartikan bahwa, rekoleksi berarti sebuah momen dimana para frater diberikan waktu dari sabtu malam, hingga Minggu pagi untuk sejenak ‘re-evaluasi’ diri atas perjalanan hidup selama sebulan yang telah berlalu.
Dalam rekoleksi bulan Oktober ini, tema yang diangkat adalah: “Sadar akan rahmat Allah dalam Panggilan dan Hidup”. Dalam refleksinya, Romo Sintus Runesi menegaskan bahwa “Allah yang mahakasih selalu menghadirkan rahmat secara ‘cuma-cuma’ bagi kita. Karena itu, kita dituntut untuk menyadari setiap rahmat yang dianugerahkan dalam kehidupan panggilan.”
Beliau juga mengingatkan bahwa kesadaran akan rahmat Allah bagi panggilan hidup calon imam diperoleh melalui berbagai kegiatan yang berpuncak pada ekaristi. Dengan kata lain ekaristi adalah ‘sumber dan puncak’ (fons et culmen). Oleh karena itu, dalam mengikuti perayaan ekaristi, para frater dituntut untuk ‘sadar secara penuh’ dan terlibat aktif.
“Ekaristi itu bukan kerumunan, tetapi merupakan ‘tempat’ dimana kita berjumpa dengan Allah secara personal” jelasnya.
Akhirnya, melalui rekoleksi ini para frater dapat merefleksikan diri, mengevaluasi kembali (re-evaluate) perjalanan panggilan hidup sebagai seorang calon imam, sekaligus medan untuk ‘membangun kembali’ spiritualitas hidup calon imam.
(Laporan: Frater Pedro Babis)

