Komunitas Seminari Tinggi St. Mikhael Laksanakan Ibadat Tobat dalam Semangat Prapaskah

Penfui, Mikhael News – Memasuki masa Prapaskah yang penuh rahmat, para frater Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui melaksanakan Ibadat Tobat yang dilanjutkan dengan penerimaan Sakramen Rekonsiliasi (Pengakuan Dosa) pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kapela St. Mikhael dan diikuti oleh seluruh frater dari Tingkat I hingga Tingkat VI.

Ibadat dimulai pada pukul 15.30 WITA dalam suasana hening dan penuh doa. Momen ini menjadi kesempatan bagi para frater untuk merenungkan perjalanan hidup dan panggilan mereka, sekaligus memperbaharui relasi dengan Tuhan dan sesama, terutama dalam semangat pertobatan selama masa Prapaskah.

Ibadat Tobat dipimpin oleh Frater Yerem Tnomel. Dalam pengantarnya, ia mengingatkan bahwa pertobatan adalah panggilan bagi setiap orang untuk kembali kepada Tuhan yang selalu membuka pintu pengampunan. Allah senantiasa mencari manusia yang tersesat dan dengan penuh kasih menyambut setiap orang yang datang kembali kepada-Nya.

Renungan disampaikan oleh Frater Gerson Naif yang mengajak seluruh frater untuk merenungkan kisah domba yang hilang dan anak yang hilang. Melalui kisah tersebut, ia menegaskan bahwa kasih dan kerahiman Allah tidak pernah terbatas oleh kelemahan manusia. Karena itu, masa Prapaskah menjadi kesempatan yang tepat untuk dengan rendah hati mengakui kelemahan dan memohon pengampunan dari Tuhan. “Masa Prapaskah adalah momen rahmat bagi kita untuk menghentikan pembangunan jurang yang memisahkan kita dari Allah dan sesama. Dalam masa ini kita diajak untuk senantiasa bertobat dari segala dosa yang kita lakukan. Melalui Sakramen Tobat yang kita terima, rahmat Allah akan menopang kita dalam perziarahan hidup, sehingga kita tidak kehilangan arah, terutama dalam menghidupi jalan panggilan kita,” ungkapnya.

Salah satu bagian penting dalam ibadat ini adalah pemeriksaan batin (examen conscientiae). Para frater diajak untuk melihat kembali perjalanan hidup mereka, terutama dalam hal kejujuran terhadap diri sendiri, relasi dengan sesama dalam komunitas, serta kesetiaan dalam kehidupan doa dan ketaatan pada aturan hidup di seminari.

Setelah ibadat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Sakramen Pengakuan Dosa secara pribadi. Tiga orang pater dari biara hadir untuk melayani para frater yang ingin menerima sakramen rekonsiliasi. Suasana doa dan keheningan tetap terjaga sehingga setiap frater dapat menghayati momen pertobatan ini dengan lebih mendalam. Staf pembina juga turut terlibat dalam momen ini. RD. Yasintus Runesi, Pr ikut menerima Sakramen Rekonsiliasi setelah para frater menyelesaikan pengakuan dosa mereka.

Seorang frater mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu kehidupan rohani para frater. “Sebagai manusia kita menyadari bahwa kita sering jatuh dalam dosa. Karena itu, kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan melalui sakramen rekonsiliasi menjadi sangat penting agar panggilan kita tetap terarah,” ungkapnya.

Melalui rahmat pengampunan yang diterima dalam Sakramen Rekonsiliasi, para frater diharapkan semakin dikuatkan untuk menjalani masa Prapaskah dengan semangat pertobatan, doa, dan pembaharuan hidup, serta mempersiapkan diri menyambut sukacita Hari Raya Paskah.

Laporan: Frater Alex Jolong