Penfui, Mikhael News – Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui, Kupang, pada perayaan Misa Malam Natal, Rabu (24/12/2025). Selain para frater, umat yang tinggal di sekitar kompleks seminari turut memadati area kapela hingga ke pelataran luar untuk merayakan peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Antusiasme umat tampak sangat tinggi, banyak di antara mereka telah tiba sekitar satu jam sebelum perayaan dimulai.
Misa dimulai tepat pukul 18.00 WITA dan dipimpin oleh Rm. Mikhael Valens Boy sebagai imam selebran, didampingi oleh Rm. Herman Punda Panda dan Rm. Oktovianus Naif sebagai imam konselebran. Perayaan Misa Malam Natal diawali dengan perarakan bayi Yesus yang diiringi oleh koor sponsor sambil melantunkan lagu Malam Kudus. Perarakan berlangsung dalam suasana redup karena lampu-lampu kapela dipadamkan sebagai simbol kelahiran Kristus, Terang Dunia, yang menyinari kegelapan manusia. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan maklumat Natal yang dibawakan dengan suara lantang dan merdu oleh Frater Tingkat V, Frater Don Sara.
Kemeriahan liturgi malam itu semakin diperkaya oleh Koor Sponsor Frater Tingkat I. Harmonisasi suara yang indah menghantar umat pada penghayatan Ekaristi yang mendalam dan menghidupkan suasana kelahiran Sang Juru Selamat di Betlehem.
Dalam khotbahnya ,Romo Valens Boy menekankan esensi dari kedatangan Yesus ke dunia. Beliau menyampaikan bahwa Natal bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momen transformasi diri. Kelahiran Yesus adalah bukti nyata kasih Allah yang ingin merengkuh kemanusiaan kita. Peristiwa ini hadir untuk membaharui hidup manusia; mengubah kegelapan menjadi terang, dan memberikan pengharapan baru bagi setiap pribadi yang mau membuka hatinya bagi Sang Bayi Betlehem.
Lebih lanjut, Romo Valens menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus merupakan perwujudan nyata kasih Allah yang menyelamatkan, di mana Sang Sabda menjadi daging untuk membawa berkat pemulihan dan memperbaharui martabat hidup manusia yang terluka oleh dosa. Peristiwa inkarnasi ini menjadi referensi teologis dan spiritual yang fundamental untuk memurnikan motivasi panggilan, bahwa menjadi pelayan Tuhan berarti bersedia “lahir baru” setiap hari dalam kerendahan hati dan ketaatan demi menghadirkan keselamatan bagi sesama.
“Hari ini telah lahir bagi kita Juru Selamat Dunia yaitu Mesias dan Tuhan di kota Daud. Dialah Yesus Allah yang menyelamatkan Yosua Ate Olam.” ujar Rm. Valens.
Romo Valens juga mengajak dan menegaskan bahwa setiap frater dipanggil untuk menjadi hamba yang setia bagi keselamatan abadi, dengan meneladani Yesus yang telah mengosongkan diri-Nya demi memperbaharui hidup manusia melalui kasih yang tak berkesudahan.
Perayaan Misa Malam Natal berakhir dengan suasana syahdu, meninggalkan kesan mendalam bagi para Frater juga umat yang hadir untuk membawa semangat pembaharuan hidup dalam keseharian mereka.
(Laporan: Frater Natalino Seran)






