Fratres Tingkat III Seminari Tinggi St. Mikhael Gelar Aktus Natal Bertema “Masihkah Ada Iman di Bumi?”

Penfui, Mikhael News – Fratres Tingkat III Seminari Tinggi St. Mikhael menyelenggarakan Aktus Natal pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan ini dilaksanakan sebagai sarana untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus dalam Perayaan Natal. Aktus Natal yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut bertempat di Aula Unit Ibrani STSM dan dihadiri oleh para pembina serta fratres dari berbagai tingkat. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pentas seni yang menampilkan beragam ekspresi kreatif di atas panggung seperti paduan suara, drama dan musik ansambel.

Tema yang diangkat, “Masihkah Ada Iman di Bumi?”, lahir dari keprihatinan sekaligus harapan umat beriman di tengah berbagai tantangan zaman modern. Melalui tema ini, komunitas diajak untuk merefleksikan iman serta semakin memahami dan menghayati makna kedatangan Tuhan yang membawa keselamatan bagi manusia dalam peristiwa Natal.

Sebelum acara dimulai, para penonton yang hadir terlbih dahulu disambut dengan hidangan ringan. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Frater Efron Gode selaku pembawa acara (pewara). Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Frater Pedro Babis.

Fratres Tingkat III mempersembahkan tiga sajian utama. Paduan suara membuka pentas dengan lagu Angel yang dibawakan secara tenang. Balutan jubah putih yang dikenakan melambangkan kesucian dan kemurnian hidup, sementara harmoni lagu membawa para penonton pada suasana hening dan permenungan batin.

Pentas kemudian dilanjutkan dengan drama yang mengangkat kisah pewartaan para nabi dan relevansinya dalam konteks kehidupan manusia masa kini. Drama ini menggugah kesadaran penonton melalui pertanyaan reflektif tentang makna Tuhan dalam kehidupan modern, di mana manusia kerap menggantikan Tuhan dengan uang, teknologi, dan kekuasaan. Pesan utama drama tersebut menegaskan bahwa Tuhan sejati adalah Yesus Kristus yang datang membawa keselamatan bagi umat manusia. Sebagai penutup pentas seni, ansambel gitar menghadirkan lagu-lagu bernuansa Natal. Petikan gitar dari para fratres Tingkat III menciptakan suasana syahdu yang semakin menegaskan makna kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya.

 

Setelah seluruh penampilan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pembina. Mewakili Romo Preses yang berhalangan hadir, Romo Okto Naif menyampaikan refleksi atas seluruh rangkaian kegiatan. Ia menyoroti tiga kata kunci, yakni tontonan, tantangan, dan tuntunan. Menurutnya, seluruh sajian malam itu merupakan tontonan tentang realitas hidup manusia; tantangannya terletak pada keberanian untuk tetap setia pada iman; sementara tuntunan adalah kesadaran untuk membiarkan Tuhan dan sesama membimbing perjalanan hidup. Melalui refleksi tersebut, Romo Okto Naif mengajak para calon imam untuk semakin menyadari dan menghayati panggilan hidup yang sedang dijalani.

“Hidupmu dan hidup saya harus penuh dengan tuntunan,” tegas Romo Okto Naif.

Aktus Natal ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Fr. Cepi Amfotis, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama romo pembina, para frater teologan, dan fratres Tingkat III.

(Laporan: Frater Vil Nana)