Bacaan yang baru saja kita dengarkan dari Injil Lukas yaitu; perumpamaan tentang pelita. Di dalam injil Lukas terdapat 4 bagian besar yaitu prolog, karya Yesus di Galilea, Perjalanan Yesus Ke Yerusalem, dan penggenapan misi Yesus di Yerusalem. Perikop ini berada pada karya pelayanan Yesus di Galilea. Karya pelayanan Yesus di Galilea tentang warta keselamatan sangatlah besar, salah satunya yaitu melalui perumpaman-perumpamaan.
Perumpamaan tentang pelita yang diwartakan oleh Yesus secara garis besar membicarakan tentang karya keselamatan Allah, karya yang kita terima harus kita wartakan, seperti pelita yang memberikan cahaya pada kegelapan. Semua ini berkat karya Roh Kudus yang senantiasa menggerakan kita untuk bergiat dan menyuarakan Kerajaan Allah kepada sesama. Berbicara tentang pelita berkaitan dengan alat atau benda penerang yang digunakan. Dalam kebudayaan orang Yahudi pada saat itu orang Yahudi juga menggunakan pelita untuk menerangi rumah mereka pada malam hari. (Mungkin pada saat itu senter listrik belum ada). Cahaya yang menerangi menjadi pusat pandangan bahwa adanya tanda keselamatan. Karena itu cahaya tidak datang dari bawah tetapi dari atas sehingga orang melihat cahaya itu. Misalnya Matahari berada di atas langit, bulan berada di atas, lampu juga diletakan di atas supaya bisa melihat cahayanya dan meneranginya. Keselamatan itu juga datang dari atas sehingga kita berusaha untuk mencapainya dengan cara hidup dan tindakan kita melalui doa, Ekaristi, Baca Kitab Suci.
Dalam Injil Lukas Yesus mengatakan: tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan menjadi nyata. Keselamatan itu terbuka bagi semua orang, bahwa ada harapan akan keselamatan itu. Semuanya akan dinyatakan dan itu menjadi nyata. Karya Roh Kudus yang senantiasa bekerja dalam diri kita setiap hari entah disadari ataupun tidak disadari senantiasa memberikan kita arah untuk terus memperjuangkan kebenaran. Kebenaran yang kita suarakan akan terus beriringan dengan kegelapan-kegelapan atau kejahatan yang mengintari kita. Kita akan berjumpa hal itu namun banyak kali kita takut menyuarakan kebenaran karena alasan posisi, jabatan, status dan lain sebagainya. Ingatlah kata-kata Yesus: Sebab siapa yang mempunyai kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai bahkan apa yang dianggap ada padanya akan diambil juga daripadanya. Kita yang sedang merayakan pesta family dengan berbagai macam kegiatan dan perlombaan-perlombaan senantiasa menjadi pelita yang terus bernyala. Misalnya saya yang termasuk kelompok Ama harus menjadi pelita bagi kelompok saya dengn ikut berpartisipasi dalam kelompok tersebut. Tema pesta family kita yaitu merejut persaudaran, menyebarkan harapan, senantiasa membuat kita terbuka pada persaudaraan dan membuang keegoan kita. Dunia sedang membutuhkan kita, maka hadirlah sebagai yang membawa harapan. Teruslah menjadi seperti pelita yang terus menyala dan janganlah padam ketika ada bahaya yang mengintai.
“Selalu ada harga dalam sebuah proses. Nikmati saja lelah-lelah itu. lebarkanlah lagi rasa sabar itu. Semua yang kau investasikan untuk menjadikan dirimu serupa yang kau impikan, mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Tapi gelomang-gelombang itu yang nanti akan bisa kau ceritakan (Boy Candra)”.

