30 Frater Ditahbiskan Menjadi Diakon oleh Bapak Uskup Dominikus Saku

Mikhael_News  Sabtu, 31 Mei 2025 — Sebanyak 30 frater dari 3 keuskupan dan 2 tarekat religius hari ini menerima tahbisan diakonat dalam Perayaan Ekaristi meriah di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang. Mereka terdiri dari 21 frater dari tiga keuskupan (Keuskupan Agung Kupang: 12 frater, Keuskupan Atambua: 8 frater, Keuskupan Weetebula: 1 frater), serta 9 frater dari tarekat religius (CMF: 8 frater, OCD: 1 frater). Tahbisan ini terjadi sehari setelah para frater mengikrarkan janji hidup selibat.

Misa tahbisan yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA dipimpin oleh Yang Mulia Mgr. Dominikus Saku (Uskup Atambua). Umat memadati halaman kapela, sementara di dalam kapela tempat duduk hanya diperuntukkan bagi keluarga inti para diakon, para tamu undangan dari unsur pemerintah dan donatur, para imam konselebran, biarawan/ti serta anggota koor dari para frater.

Sebelum misa dimulai, para calon diakon dijemput secara meriah oleh drumband dari siswa/i SMPK Santo Yosep Naikoten dan tarian Likurai oleh penari Tamkesi.

Rangkaian ini juga disemarakkan dengan Natoni adat, pengalungan selendang, dan pengawalan barisan pagar betis oleh para frater berjubah putih.

Dalam homilinya, Mgr. Dominikus Saku mengungkapkan rasa syukur atas kesuburan panggilan imamat dari wilayah Nusa Tenggara.

Tuhan telah menjadikan daerah ini sebagai berkat besar bagi Gereja. Semoga para diakon yang ditahbiskan hari ini menjadi pribadi yang terberkati dan menjadi berkat bagi umat,

ungkapnya.

Perayaan tahbisan ini bertepatan dengan Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet, yang menandakan sukacita dalam pelayanan. Melalui tahbisan ini, para diakon secara resmi diangkat sebagai pelayan Sabda dan Altar, menerima stola dan dalmatik, serta Kitab Injil sebagai simbol tugas pewartaan.

Menjelang akhir misa, empat sambutan disampaikan.  Diakon Ferdianus Gato Ma, dalam sambutannya mewakili 30 diakon yang ditahbiskan, Diakon Frid Gato Ma (Keuskupan Weetebula) membuka dengan bahasa Sumba Timur yang diterjemahkan sebagai berikut: “Engkau Tuhan yang bertahta di tempat yang maha tinggi, kami datang sebagai hamba-Mu, membawa hati yang penuh syukur dan hormat.”

Dengan ungkapan puitis dan penuh makna, ia menggambarkan asal-usul dan semangat panggilan mereka:

Dari Sabana Sumba yang tabah dalam kekeringan, dari bukit dan sungai Belu yang tenang mengalirkan kesetiaan, dari tanjung dan pantai Kupang yang menyimpan bara semangat misioner; kami menjawab panggilan dan menyongsong perutusan,

tutur Frid dengan penuh haru.

Dalam isi sambutannya, Diakon Frid juga menyampaikan refleksi panggilan hidup imamat mereka dan peristiwa tahbisan diakonat ini dengan mengutip dan merangkai moto tahbisan dari rekan-rekan diakonnya. Ia menutup sambutannya dengan menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi mereka selama masa formasi, serta memohon maaf atas segala kekurangan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT mewakili Gubernur NTT, ia mengucapkan proficiat dan selamat menjalankan tugas pelayanan sebagai diakon manakala para diakon adalah contoh nyata, dari bagaimana seorang hamba Tuhan, dapat menjadi pelayan yang setia dan penuh kasih dalam karya perutusan.

Sambutan ketiga dari Praeses Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang, Rm. Theo Silab. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan proficiat kepada ke-30 frater yang pada hari ini telah ditahbiskan menjadi diakon. Ia menegaskan bahwa tahbisan diakonat bukanlah akhir, melainkan sebuah langkah penting dalam perjalanan panjang menuju imamat suci.

Perjalananmu masih panjang. Karena itu, kedekatanmu pada Dia yang telah memanggil dan memilihmu menjadi syarat mutlak untuk melangkah menuju imamat suci dan menjadi abdi-Nya sepanjang masa,

ungkapnya.

Dengan penuh harapan, Rm. Theo mendorong para diakon untuk terus membangun hidup rohani yang mendalam agar mampu menjadi pelayan yang setia dan berbuah dalam karya perutusan Gereja.

Mengakhiri rangkaian sambutan dalam misa tahbisan diakonat ini, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, menyampaikan ucapan selamat kepada para frater yang telah ditahbiskan menjadi diakon. Dengan gaya khas dan penuh makna, ia menggambarkan tahbisan sebagai bagian dari proses panggilan yang utuh;

Kemarin kalian disalibkan melalui Sumpah Selibat, hari ini dibebani dengan Injil Suci, dan besok lusa akan diurapi dengan minyak Krisma tahbisan imamat, itu lengkap,

ujarnya disambut haru oleh seluruh umat yang hadir.

“Gunakanlah sarana-sarana keselamatan itu untuk melayani umat,” pesan Mgr. Domi menegaskan inti dari tahbisan sebagai bentuk pelayanan kasih dalam Gereja.

Di akhir sambutannya, beliau secara khusus menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, serta penghargaan tulus kepada para romo pembina dan semua pihak yang selama ini telah mendampingi, mendidik, dan membina para frater dalam proses formasi hingga tiba pada hari penuh rahmat ini.

Usai misa, dilangsungkan resepsi sederhana di ruang makan Seminari bersama para diakon, orang tua, para imam dan tamu undangan. Sementara umat umum dijamu oleh panitia di sekitar halaman kapela.

Ketua Panitia Tahbisan, RD. Iren Benu, menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh frater, terutama frater tingkat V, yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat.

Seluruh prosesi tahbisan ini disiarkan secara langsung oleh KOMSOS Keuskupan Agung Kupang melalui kanal YouTube: Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang, sehingga umat dari berbagai tempat turut menyaksikan dan bersyukur atas rahmat tahbisan suci ini.   *deghun_