Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

DIA Pergi Untuk Menyediakan Tempat Bahagia

0 4

Bacaan I           : Kis. 1:1-11

Bacaan II          : Ef. 1:17-23

Bacaan Injil      : Mrk. 16:15-20

 

Umat manusia sejagat hari ini mengalami dua peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan religius. Kenyataan ini nampak pada dua perayaan besar yang diperingati oleh umat beragama muslim dan  umat beragama Kristen Katolik. Kaum muslim merayakan idul fitri 1442 H dan umat Katolik merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Bukan sebuah kebetulan tetapi bahwa dalam proses mewaktu  umat manusia dipertemukan untuk mengalami dan berbahagia dengan alasan-alasan yang pasti. Umat Muslim maupun Katolik tentu punya cara masing-masing yang unik untuk memaknai hari terpenting dalam sejarah keberimanan ini. Bagi umat katolik sendiri perayaan kenaikan Tuhan merupakan sebuah peringatan akan status Yesus sebagai Putera Allah yang telah menuntaskan tugas penebusan dengan sempurna. Dia pergi untuk menyediakan tempat yang terindah dan bahagia.

Bacaan-bacaan suci hari ini menampilkan tentang Yesus yang menyudahi status historis sebagai manusia dan kembali mengambil status ke-Allahan dengan tetap hadir secara imanen dalam kehidupan manusia. Dalam bacaan pertama, Lukas dalam Kisah Para Rasul mengetengahkan tentang peristiwa kenaikan Yesus disaksikan para Murid. Makna dari kisah ini ialah Yesus menunjukkan bahwa segala tugasnya telah dilaksanakan secara sempurna. Selain itu, mau ditegaskan bahwa sesuai yang disampaikan Yesus sendiri, Ia akan pergi demi sebuah jaminan kebahagiaan duniawi dan surgawi untuk manusia. Dalam bacaan kedua dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus menampilkan dan menegaskan kembali status Yesus sebagai Putera Allah yang berkuasa. Inilah kenyataan dimana Yesus meninggalkan status kemanusiaan yang secara historis telah melekat namun tetap hadir menyertai manusia dan menghantar manusia pada kebahagiaan yang dirindukan.

Selanjutnya pada bacaan injil, penginjil Markus mengetengahkan tentang bagaimana manusia harus memaknai hidupnya dalam menanggapi belas kasih Allah yang nyata telah dialami dari Kristus. Mengimani dan memaknai tindakan Allah yang telah hadir secara historis memberi rahmat dan menyertai perjalanan iman manusia, manusia diutus melanjutkan misi kerajaan Allah di dunia. Hanya dengan menjalankan kehendak Allah dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan, manusia akan mengalami dengan sungguh akan Dia yang pergi untuk menyediakan kebahagiaan abadi di rumah Bapa. Inilah makna sesungguhnya perutusan dalam kisah injil hari ini. Bahwa bukan terbatas pada mereka yang memilih untuk menjadi Imam atau menjalani kehidupan secara khusus. Semua manusia dipanggil dan diutus menjalankan profesi masing-masing sebagai sebuah anugerah dari Allah sendiri. Maka konsekuensinya manusia juga harus bertanggung jawab mengambil peran untuk saling mendukung menuju kebahagiaan sejati yang telah disediakan Tuhan.

Maka marilah kita semakin menghayati peran yang Tuhan percayakan. Tuhan pergi untuk menyediakan maka untuk meraihnya kita perlu merintisnya di dalam rahmat Allah yang disandingkan dengan pilihan hidup kita. Semoga kita dikuatkan menjalankan hidup ini sesuai kehendakNya. Amin. (Fr. Gio)

Leave a comment