Konferensi Umum Seminari Tinggi St. Mikhael: RD. Siprianus Ajak Para Frater Melawan Arus Tantangan Global

Penfui, Mikhael News – Jumat, 19 Desember 2025, Fratres Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui melaksanakan kegiatan konferensi umum yang dipimpin oleh RD. Siprianus S. Senda. Konferensi ini mengangkat tema “Tantangan Hidup Calon Imam dalam Formasi Hidup Pribadi.” Kegiatan berlangsung pada pukul 18.00–19.00 WITA dan bertempat di Kapela STSM.

Dalam pemaparannya, RD. Siprianus menjelaskan bahwa tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap tantangan hidup global yang, secara perlahan namun masif, menyeret para calon imam ke dalam arus persoalan yang kompleks. Ia menegaskan bahwa terdapat empat arus utama tantangan global yang turut memengaruhi kehidupan calon imam, yakni relativisme, hedonisme, egosentrisme, dan digitalisme.

Keempat tantangan tersebut disebutnya sebagai empat “isme” yang sangat berpengaruh dan berpotensi menjebak calon imam dalam lingkaran persoalan yang kompleks. Lebih lanjut, RD. Siprianus menyoroti bahwa sering kali para calon imam tidak sepenuhnya menyadari kehadiran dan dampak keempat tantangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, melalui kegiatan konferensi umum ini, para frater tidak hanya diajak untuk merefleksikan empat tantangan tersebut, melainkan juga diajak untuk berani melawannya.

”Melawan, berarti mempelajari tantangan tersebut, merefleksikan, menginternalisasi nilai-nilai hidup seminarian dan kemudian mengaplikasikan nilai hidup tersbeut dalam keseharian.”, tegas RD Siprianus.

RD Siprianus juga menawarkan tiga langkah konkret agar para frater mampu menghadapi dan melawan tantangan tersebut, yakni melalui latihan rohani yang intensif, kerja yang cerdas dan kreatif, serta sikap fokus yang disertai dengan pengembangan bakat dan minat pribadi.

Menutup konferensi umum, RD. Siprianus mengatakan bahwa memang melawan arus itu sulit, namun melawan arus adalah latihan terbaik bagi calon imam. Semoga refleksi dan ajakan ini semakin meneguhkan para frater untuk setia menghayati proses formasi hidup pribadi serta berani menjawab tantangan zaman dengan kedewasaan iman, akal budi, dan komitmen panggilan.

(Laporan: Frater Pedro Babis)