Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Hidup Bersama Dengan Tuhan Kegiatan rekoleksi bulanan

0 56

𝗣𝗲𝗻𝗳𝘂𝗶, 𝗠𝗡-Para Frater Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang kembali menggelar kegiatan Rekoleksi bulanan pada hari Sabtu, 09/09/2023, yang dipimpin oleh Romo Roni Pakaenoni, Pr. Kegiatan ini berlangsung di Kapela Seminari mulai pukul 18.00-19.00.  Kegiatan rekoleksi ini merupakan yang pertama kalinya pada semester ini. Kegiatan Rekoleksi tersebut menghantar para Frater untuk sejenak merenung tentang Sabda Tuhan yang adalah dasar dan pedoman hidup orang beriman Kristiani.

“Menegur sesama dalam Kasih dan dengan Kasih”  demikianlah tema renungan dari kegiatan rekoleksi yang di ambil dari Bacaan Injil hari Minggu Biasa XXIII tanggal 10 September 2023 yang berbicara tentang ajaran Yesus untuk menasihati sesama saudara. Konteks bacaan Ini bagi para Frater biasa kita sebut dengan “Corectio Fraterna”, kata Romo Roni diawal permenungannya.

Ada tiga hal penting yang disajikan sebagai bahan permenungan bagi Para Frater, Pertama tentang ajaran Yesus berkaitan dengan menegur sesama yang melakukan kesalahan atau Dosa. Kedua, mengenai ungkapan Yesus bahwa apa yang diikat di dunia akan terikat di Surga, dan apa yang di lepas di dunia akan terlepas di Surga. Lalu point ketiga adalah tentang kehadiran Allah dalam sebuah perkumpulan atau persekutuan umat beriman.Tiga hal pokok ini tentunya harus senantiasa Diupayakan dalam sebuah kehidupan bersama, tandas Romo Roni.

Tentang tiga hal pokok ini, Romo Roni meminta Para frater untuk sungguh-sungguh melihat poin pertama, sebab hal ini sangat relevan dengan kehidupan dalam komunitas seminari. Bahwa sebuah kesalahan tidak boleh di diamkan. Dalam setiap pribadi harus ada inisiatif untuk mengupayakan kehidupan yang baik. Oleh karena itu, setiap kesalahan perlu diperbaiki. Hidup perlu evaluasi. Dan bagi orang beriman, agar hidup dapat berubah menjadi baik maka setiap kesalahan yang dibuat oleh sesama harus ditegur. Menegur dalam kasih dan dengan kasih.

Menutup permenungannya, Romo Roni berpesan kepada para Frater bahwa menegur orang yang bersalah motifnya bukan membenci tetapi untuk berubah menjadi baik. Karena kita adalah penjaga untuk sesama saudara kita.

Leave a comment