Penfui, Mikhael News – Kamis, 11 Desember 2025, Fratres Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui – Kupang melaksanakan ibadat tobat dan pengakuan dosa. Kegiatan ini berlangsung di Kapela STSM dan dimulai pukul 15:30 wita. Ibadat pengakuan ini dipimpin oleh Frater Dandi Nahak dan renungan yang dibawakan oleh Fr. Weren Tmaneak. Dalam pengantar ibadat, Frater Dandi menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya anugerah, tetapi juga menuntut usaha dan kesadaran setiap pribadi untuk kembali kepada Allah.
Frater Weren dalam renungannya yang bertolak dari Injil Lukas tentang perumpamaan Anak yang Hilang (Lukas 15:11–32), menegaskan bahwa sejauh apapun seseorang melangkah, kerinduan untuk “kembali ke rumah” tidak pernah hilang, karena rumah adalah tempat seseorang bermula sekaligus tujuan ia kembali. Frater Weren menggarisbawahi peran seorang ayah sebagai figur penuh kasih, pergumulan anak bungsu yang meminta warisan dan akhirnya pulang, serta kekecewaan anak sulung yang merasa tersisih, namun semuanya disatukan oleh cinta seorang ayah yang tidak pernah berhenti menantikan kepulangan anak-anaknya. Ia juga menegaskan bahwa komunitas seminari merupakan rumah bagi pribadi-pribadi yang berasal dari berbagai suku, tempat setiap frater diasuh, diasih, dan diasah, sehingga kebaikan, kelemahan, kebenaran, dan kesalahan menjadi bagian integral dari proses pendewasaan panggilan. Di akhir renungan, Frater Weren mengajak para frater untuk hidup dengan berpedoman pada Sabda Tuhan karena hanya melaluinya, kekeringan dan ketidakberdayaan di jalan panggilan mampu dilewati dengan cara yang tidak dipahami dan membuka diri untuk menimba rahmat belas kasih Tuhan melalui sakramen rekonsiliasi.
“Firman atau sabda Allah menjadi pelita yang menerangi jalan, akal budi serta hati nurani. Sabda Allah yang mendobrak dan mendorong serta memberikan inspirasi bagi kita agar kita tetap kuat dan setia dijalan panggilan-Nya ini. Dia telah hadir dalam diri para imam-Nya dan menunggu kita untuk datang kepada-Nya seraya mengakui segala dosa kita. Sehingga kita memperoleh kebaruan dalam iman, harap dan kasih serta siap untuk menyambut dan merayakan kelahiran Putra Tunggal-Nya yang diberikan-Nya kepada kita dengan hati yang bersih dan penuh sukacita, tegasnya Frater Weren.
Setelah ibadat, para frater diberikan kesempatan untuk memasuki saat hening, merenungkan kembali perjalanan panggilan masing-masing serta menyadari dosa dan kekurangan yang pernah dilakukan. Para frater kemudian mendatangi imam untuk menerima sakramen pengakuan, sebagai langkah konkret kembali ke jalan pertobatan. Usai pengakuan, para frater menerima penitensi dan pengampunan sebagai tanda pemulihan diri dan pembaruan hati. Ibadat ini menegaskan kembali tiga pesan penting: Allah tidak pernah berhenti mencari manusia, kasih-Nya tinggal dalam diri setiap pribadi, dan Allah memanggil manusia untuk mengakui serta menyesali dosa melalui pelayanan imam dan sebuah panggilan untuk senantiasa kembali ke “rumah” kasih Allah yang memulihkan.
Laporan: Frater Dandi Baru


