Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

SURAT GEMBALA PUASA 2022

0 48

Salam dalam kasih Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat Kita!

Saudara-saudari terkasih,

Masa liturgi khusus, masa puasa, tiba kembali. Perjalanan hidup kita seakan-akan didaur-ulang dalam bingkai panggilan hidup iman. Kita masuk kembali dalam kesadaran baru bahwa hidup kita perlu melakukan perbaikan dan pembaruan. Di tengah pelbagai keprihatinan dan kesulitan, kita tetap berjuang untuk menjadi orang beriman yang baik. Kita menyadari lagi bahwa perjalanan hidup ini perlu menumbuhkan kembali hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama. Waktu pemulihan khusus ini adalah anugerah kebaikan Tuhan. Kita menerima masa ini dengan gembira dan penuh syukur.

Perjalanan masa puasa tahun ini, mendapat bantuan sorotan tema, “Memulihkan kehidupan: sehat sejahtera.” Menuju kehidupan lingkungan hidup yang seimbang dalam keadilan dan perdamaian. Lingkungan hidup demikian memerlukan kerjasama bersaudara dalam pelbagai segi. Panggilan pertobatan yang menyelimuti seluruh masa puasa adalah bagian utuh dari perjalanan hidup iman di dunia. Dengan demikian tema sinodal, “Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan” akan menjadi bagian utuh dari gerakan Aksi Puasa Pembangunan 2022. Mengapa demikian? Pemulihan kehidupan dalam kesehatan dan kesejahteraan harus menjadi buah-buah hasil dari pergumulan sebuah Gereja yang bersaudara, terlibat dan terutus dalam bingkai keseimbangan ekologis. Rasul Petrus berkata, “Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1Ptr. 4:10).

Selama masa puasa, kita menemukan kembali kekayaan karunia Allah, yang mengutus Putra-Nya untuk memulihkan kembali keseimbangan dalam tubuh manusia dan tubuh dunia, yaitu membawa kembali kegembiraan dan kemerdekaan hidup. Dengan berbalik lagi kepada kehendak Allah, umat beriman berjumpa kembali dengan kuasa Roh Kudus yang dianugerahkan Kristus demi kemuliaan hidup manusia. Orang beriman menumbuhkan lagi hubungan-hubungan yang secara efektif mendorong keseimbangan hidup yang sehat dan sejahtera dalam dunia yang terpapar oleh penyakit dan kemiskinan, seperti di masa pendemi Covid-19. Rasul Paulus berkata, “… dalam Kristus ada nasehat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belaskasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia” (Fil. 2:1-3).

Dalam doa dan tapa selama masa puasa, kita pasrah pada cara pandang Allah, agar hidup iman kita sejatinya semakin menyerupai hidup Yesus yang hanya mengutamakan kepentingan orang lain dan pada gilirannya memulihkan kehidupan. Kita membangun kembali kemuridan Yesus dalam perjalanan bersama untuk menjadi saksi-saksi kebaikan-Nya. Menurut panggilan iman, kita menemukan kembali daya ilahi yang mampu menggerakkan jejaring peradaban kasih dalam keluarga, komunitas iman dan masyarakat kita. Semangat perutusan bersama ini akan menjadi kekuatan untuk memulihkan kehidupan yang terbuka dan terbagi seimbang dalam kesehatan dan kesejahteraan. Rasul Santu Paulus berpesan, “Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu. Sebab jika kamu rela memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu” (2Kor.8:11-12).

Saudara-saudari terkasih,

Oleh karena itu, selama masa puasa, dengan gembira kita belajar untuk menerima karunia Allah dengan rendah hati dan dengan sukacita berbagi kasih karunia dengan sesama yang berkekurangan, agar keseimbangan hidup semakin hadir dalam proses pemulihan hidup menurut bingkai persekutuan, partisipasi dan perutusan. Kebersamaan hidup demikian mudah-mudahan menjadi hasil dari proses pemulihan kembali hubungan yang terputus akibat kerapuhan ingat diri semata-mata. Kita mengalami pembaruan hidup iman menurut teladan Yesus Kristus, Manusia baru. Dalam kuasa Roh Kudus, kita berjum lagi panggilan hidup iman yang dianugerahkan dalam Permandian, yaitu jati diri anak-anak Allah yang dikenal karena perbuatan kasih: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yoh. 13:35).

Saudara-saudari terkasih,

Selamat menjalani masa puasa dengan gembira dan penuh syukur. Kita berjalan bersama untuk memulihkan kehidupan, agar lingkungan hidup kita semakin sehat dan sejahtera. Kita berjuang untuk pemulihan keseimbangan lingkungan hidup, di mana hubungan bersesama menjadi kegemaran kita dalam semangat gotong-royong injili. Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus melimpah dalam perjalan hidup keluarga, komunitas iman dan masyarakat kita. Sekian dan terima kasih!

Diberikan di Kupang, 2 Februari 2022
Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah

Salam hormat dan berkat,

Mgr. Petrus Turang
_____________________
Uskup Agung Kupang

Leave a comment