Siapakah Yang Sama Dengan Allah?

Menjadi Katolik Sejati

0 102

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Bacaan  I : Ul. 4:32-34, 39-40

Bacaan  II : Rm. 8:14-17

Bacaan Injil : Mat. 28:16-20

 

Hari ini Gereja Katolik semesta merayakan hari raya Tritunggal Mahakudus. Sebagai seorang beriman Katolik, Tritunggal Mahakudus merupakan dasar hakiki dari iman yang sering terungkap melalui tanda salib dengan menyebut Bapa, Putera dan Roh Kudus. Secara sederhana, wujud iman akan Tritunggal selalu diungkapkan melalui tanda salib dan dimulai ketika kita dibaptis. Bagi orang katolik, tanda salib ini merupakan satu tindakan suci yang senantiasa membingkai setiap doa yang akan diungkapkan dan menjadi satu identitas khas yang membedakan dengan sesama berkeyakinan berbeda. Banyak orang katolik yang bangga dalam melakukan tindakan ini, namun di saat yang sama, masih banyak umat Katolik yang belum punya penghayatan yang baik dan masih ragu bahkan takut ketika harus membuat tanda salib di depan orang lain.

Merayakan hari raya Tritunggal Mahakudus hari ini, bacaan Injil yang diperdengarkan memuat satu poin penting tentang bagaimana menghayati dan mengungkapkan iman yang sungguh akan Tritunggal Mahakudus. Penginjil Matius dalam menguraikan tentang perintah untuk mewartakan Injil, menegaskan kata-kata Yesus sendiri yaitu “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus…,”. Secara literer, kata-kata Yesus ini sering dimengerti sepihak sebagai sebuah nada mengharuskan agar kita menjadikan sesama di sekitar kita Katolik. Disini kita perlu memahami secara mendalam bahwa pertama-tama, Yesus menghendaki agar sebelum menginjili sesama, kita harus menyadari dari pribadi untuk hidup sebagai orang katolik sejati. Menjadi orang Katolik sejati berarti kita berani menampilkan identitas diri kita sesuai apa yang kita imani.

Makna terdalam dari penghayatan iman yang benar terhadap Tritunggal Mahakudus adalah mendasarkan segala tindakan kita pada kehendak Allah, melakukan sesuatu dalam hidup sesuai teladan Yesus dan senantiasa melibatkan Roh Kudus dalam mempertimbangkan baik dan buruk tindakan kita. Seringkali kita masih kurang mengandalkan yang ilahi dalam seluruh karya hidup. Kita lebih mengandalkan kemampuan sendiri dan melupakan sang kreator utama yaitu Allah yang telah nyata hadir dalam rupa Bapa lewat penciptaan, dalam rupa Putera lewat penebusan dan dalam rupa Roh Kudus yang senantiasa membimbing dan mengarahkan kita kepada hal-hal baik.

Maka marilah dengan merayakan hari raya Tritunggal Mahakudus hari ini, kita semakin menyadari akan pentingnya melibatkan yang ilahi dalam setiap karya hidup. Kehadiran Tritunggal Mahakudus sesungguhnya merupakan Rahmat lengkap dalam keberimanan yang telah dan selalu ada dalam setiap pengalaman manusiawi.

Semoga kita dimampukan menginjili sesama di sekitar kita dengan selalu mengandalkan iman yang benar akan Tritunggal Mahakudus. Tuhan memberkati setiap karya kita jika kita tahu bagaimana menghayati iman yang benar. Semoga. Amin.

Leave a comment